Tirta Suparjo Sapu Bersih Seri ke-4 dan Dinobatkan “Raja Terakhir” Darts Indonesia

Jakarta – Tirta Suparjo kembali mempertegas dominasinya di olahraga darts nasional setelah merebut gelar juara di Darts National Competition (DNC) 2025 Series 04 yang digelar di FX Sudirman, Senayan, Jakarta, pada Minggu, 21 September 2025. Kemenangan telaknya di babak final, menegaskan bahwa ia telah meraih juara dalam empat seri berturut-turut tahun ini.

Final Tanpa Kesalahan

Dalam partai puncak kategori steel tip, Tirta menghadapi rival tangguh Jordan Sarana dan sukses meraih kemenangan dengan skor 5-0. Penampilan dominan seperti ini menjadi bukti konsistensi Tirta sejak seri awal.

Julukan “Raja Terakhir”

Setelah pertandingan, Jordan Sarana secara terbuka mengakui keunggulan Tirta dan menyematkan julukan “raja terakhir darts di Indonesia” kepada sang juara. Menurut Sarana, performa Tirta yang konsisten menjadikannya figur yang sangat sulit ditandingi dalam kompetisi nasional.

Kunci Keberhasilan

Tirta mengungkap bahwa keberhasilannya bukan kebetulan: dia melakukan persiapan yang lebih matang untuk seri ini dibanding sebelumnya, menjaga latihan rutin, serta selalu menghindari untuk meremehkan lawan meski sudah berada di puncak. “Latihan pastinya. Kemudian tetap fokus, tetap tidak meremehkan lawan yang pasti,” katanya.

Tantangan Baru: Pesaing yang Lebih Tangguh

Meskipun sudah meraih empat kemenangan seri beruntun, Tirta mengaku justru berharap muncul pesaing yang benar-benar kuat agar turnamen makin menantang. Tanpa tekanan dari lawan yang sepadan, menurutnya, suasana kompetisi berpotensi menjadi kurang menegangkan. “Saya berharap dari pemain darts yang lain itu latihan supaya ada yang bagus juga. Supaya kita ada tandemnya di Indonesia,” tambahnya.

Makna Bagi Dunia Darts Nasional

Keberhasilan Tirta ini bukan sekadar kemenangan individu. Jadi sinyal bahwa level kompetisi darts di Indonesia semakin meningkat — dari jumlah peserta, kualitas lawan, hingga media dan sorotan yang diberikan kepada turnamen-turnamen nasional. Julukan “raja terakhir” pun menggambarkan dominasi yang sulit dicapai, sekaligus memunculkan tantangan ke pemain lainnya untuk mengejar dan menyainginya.

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter